Sabtu, 14 Desember 2019

Farm House with You

Untuk kesekian kali nya dateng ke tempat ini. 
Kalo dipikir setiap dateng kesini dengan orang yang berbeda-beda sepertinya. 
Tapi ya kali ini beda. Beda karena aku datengnya sekarang sama suami. Alhamdulillah.
Ga peduli tempat nya apa, sudah pernah kesana atau belum, yang penting itu datengnya sama siapa. TITIK. hahaha









Minggu, 01 Desember 2019

Bali in Love

Alhamdulillah bisa menikmati indahnya pulau Dewata bersama suami. hehe
Honeymoon yang dari dulu udah dipikirin dan direncanain mau kemana tapi ya jangan hedon banget juga karna hidup masih panjang. Akhirnya kita memilih Bali.



























Minggu, 03 November 2019

Alhamdulillah Sah

Alhamdulillah puji syukur yang sebesar-besarnya kepada Allah SWT karena aku udah nikah sama suami aku Wisnuaji Ari Wardhana. Ga berlama-lama dari pacaran langsung diajak nikah dengan yakin dan mantap haha, ya karena buat apa lama-lama juga, ngapain sih masih galau gundah gulana haha. Emang mau ngapain ya kalo udah nyaman dan cocok, ntar malah direbut orang. :D
Pernikahan kami berlangsung di Bandung tanggal 27 Oktober 2019 di Gedung SM Sair Puslitbang Tekmira.
Alhamdulillah berlangsung dengan lancar dan ga banyak tamu yang diundang, hanya keluarga besar, rekan kerja dan teman dekat.  
Semoga pernikahan kami langgeng, Sakinah Mawadah Warahmah dikaruniai putra putri soleh solehah dan setia till Jannah Aamiin ya Allah.





Selasa, 01 Januari 2019

Hello 2019

Selamat datang 2019, tahun baru, suasana baru, rencana baru, resolusi baru dan semuanya yang 
baru-baru termasuk pasangan baru ? hahaha

Senin, 31 Desember 2018

Suasana Hati



Manusia punya banyak suasana hati, kadang itu bisa terpancar dari aura wajahnya kadang pula tidak. Mungkin bagi beberapa orang yang ekspresif, mereka mampu menunjukan suasana hati nya namun bagi beberapa orang tidak.
Mood, sering kali kita mendengar istilah ini. Baik kah mood seseorang ? Atau buruk kah ?
Beberapa orang mampu mengatasi berbagai situasi mood mereka. Mau mood nya sedang baik atau sedang buruk sekalipun, ya..... tidak terlihat seolah tidak terjadi apa-apa. 
Ada pula orang yang setiap perilakunya tergantung pada mood nya. Ketika mood nya baik, orang tersebut akan baik bak malaikat, begitupun sebaliknya ketika mood nya buruk orang tersebut bagaikan sang pencabut nyawa. Lucu memang, mood sangat berpengaruh pada orang-orang disekitarnya.
Andaikan bisa memilih, orang manakah yang lebih anda suka ?

Kadang bagi orang-orang yang tidak bisa mengatasi suasana hati mereka, jika mereka mempunyai masalah akan terlihat bagai orang yang paling menderita dan masalahnya akan dinilai masalah yang paling berat dibandingkan dengan masalah orang lain. Padahal sebetulnya orang lain juga punya masalah masing-masing, yang bisa saja mungkin lebih berat darinya. Tapi dalam sudut pandang mereka, merekalah yang lebih membutuhkan perhatian.

Lalu bagaimana cara mengatasinya ?

Ya mungkin....

"Dewasa lah"

Sesungguhnya semakin dewasa seseorang maka ia akan semakin pandai dalam mengatasi suasana hatinya. Apakah beban nya berat, ataukah ringan, orang yang dewasa tidak akan pernah menunjukannya. Mereka akan bersikap layaknya tidak terjadi apa-apa.

Sudahkah kita dewasa ? 


Tulisan ini hanya coretan semata.... hahaha


Selasa, 25 Desember 2018

Rezeki



Sedikit coretan untuk mengingatkan diri sendiri yang dirangkum dari berbagai sumber baik bacaan maupun pengalaman orang-orang yaitu perihal Rezeki. Beberapa hari terakhir ini entah sengaja atau tidak sengaja, banyak bahasan yang bersinggungan dengan Rezeki. Jadi terinspirasi untuk menulis ini.
Rezeki Allah itu luas, tak selalu terletak pada apa yang kita inginkan dan apa yang kita duga. Kadang rezeki itu malah datang dari tempat yang tidak disangka-sangka seperti halnya cerita Siti Hajar yang bolak-balik 7 kali bukit Shafa dan Marwah untuk mencari air, tapi justru air itu malah muncul dibawah kaki bayinya.
Rezeki pun macam-macam wujudnya. Kadang manusia mengartikan bahwa rezeki itu berupa materi. Ya memang betul, tapi itu hanya salah satunya.
Kadang kita tidak menyadari bahwa apa yang kita miliki dan apa yang kita rasakan adalah rezeki. Sehat dan waktu pun rezeki. Keluarga, jodoh, teman bahkan udara untuk bernafas pun itu rezeki. Syukurilah apabila sudah memilikinya.
Amatlah keliru jika rezeki hanya dinilai dari angka simpanan gaji. Karena rezeki adalah apa yang bisa kita nikmati. Nikmat apa yang sudah dirasakan hari ini ? Itulah sebagian dari rezeki.
Rezeki itu pun kadang mengejutkan, kadang kita tidak pernah tau kapan dan dimana Allah menurunkan rezeki. Allah sudah tau kapan dan rezeki apa yang akan diberikan kepada kita, tugas kita hanya berusaha.

Kadang kita berusaha ingin ini, ingin itu, tapi Allah tidak memberikannya. Percayalah mungkin hanya belum waktunya saja dan mungkin Allah menggantinya dengan sesuatu yang tidak disangka-sangka yang mungkin lebih baik dari apa yang kita usahakan.
Syukurilah apapun itu yang sudah dimiliki dan dinikmati, ingatlah bahwa Allah menyukai orang-orang yang bersyukur. Dan dengan bersyukur Allah akan memberikan lebih banyak, percayalah. InsyaAllah.
Maka jangan pernah khawatirkan rezeki kita selagi kita masih berusaha, karena Allah punya "Timing"-Nya. Mungkin saja Allah sekarang sedang berkata kepada kita
"Percayakan saja semua kepada-Ku".
Dan apabila sudah memperoleh rezeki itu, ingatlah hakikat rezeki "Darimana dan Untuk Apa",
Halalnya dihisab dan Haramnya diadzab.
Sekian.

Minggu, 02 September 2018

Jika saja Sampah sumber Paket Data



Miris. Itulah satu kata yang hanya bisa diucapkan melihat situasi sekeliling saat ini.
 Pernahkah terpikirkan ada sesuatu yang selalu tampak dan terlihat disekeliling kita ? Apakah itu ? Sampah. Tak lain tak bukan sayangnya adalah sampah. Mungkin dibeberapa tempat tidak demikian. Tapi dikebanyakan tempat,sampah terlihat selalu ada. 
Beberapa orang melihatnya merasa terganggu, dan sayangnya kebanyakan orang melihatnya seperti biasa saja. Bagai pemandangan sehari-hari yang enak dipandang mata.
Kenapa demikian ? Kenapa bisa banyak tempat sampah disekitar kita tapi justru orang-orang seolah buta huruf atau bahkan seolah tidak tau fungsinya itu untuk apa, masih saja membuang sampah seenaknya.
Aku bukan lah orang yang begitu mencintai dan pemerhati lingkungan, tapi jujur aku merasa terganggu dengan sampah. Tidakah kalian merasa bahwa jika tempat sekitar kita bersih akan sangat nyaman ? Udara sehat ? 
Jika seandainya sampah adalah paket data, mungkin sampah akan selalu dicari, dibeli, digunakan bahkan diburu gratisannya. Mungkin sampah akan sirna dari pandangan mata. Bahkan mungkin orang-orang akan mencarinya. Atau mungkin mereka akan menumpuknya untuk keperluan sendiri-sendiri. 
Jika seandainya sampah adalah paket data, mungkin orang akan menganggapnya barang berharga. Tidak akan membiarkannya tergeletak dimana saja. Mungkin juga orang akan menyembunyikannya.
Jika seandainya sampah adalah paket data mungkin ini akan familiar didengar ,........ "Minta thatering sampahnya donk !" Hahaha


Namun sayang, sampah bukanlah paket data. 


Cobalah munculkan dibenak diri masing-masing, buanglah sampah pada tempatnya. Setidaknya bukan sampah orang lain, sampah dari barang-barang pribadi yang dipakai sendiri buanglah. Bukanlah hal yang susah. Sadarilah kalau kebersihan lingkungan itu sangat penting. Ingat ! Bukan kah "Kebersihan adalah sebagian dari Iman". Saudara Saudari orang beriman ???