Agustina's Flying Diary My Life My Adventure Agustina's Flying Diary My Life My Adventure Agustina's Flying Diary My Life My Adventure Agustina's Flying Diary My Life My Adventure Agustina's Flying Diary My Life My Adventure Agustina's Flying Diary My Life My Adventure Agustina's Flying Diary My Life My Adventure

Minggu, 31 Januari 2016

Menggunakan Audio Edit Magic Portable

Sama halnya seperti menggunakan Audio Edit Magic versi non portable, yang portable pun memiliki tools yang sama. Hanya bedanya dengan versi portable, kita bisa menggunakan aplikasi ini tanpa installasi [Pasti lah ya readers sudah tau semua ^^]. Bagi yang belum tahu langsung saja. Pertama dengan aplikasi ini saya coba contohkan untuk membuat potongan sebuah lagu, misalnya ada beberapa orang yang menyukai lagu bagian reff nya saja untuk dijadikan ringtone. Tahapannya adalah :

1. Buka aplikasi nya. Menu tampilan awal seperti ini.


Sabtu, 09 Januari 2016

Kunjungan Indah

Senang sekali melihat senyumu. Kau datang menjemputku dan mengajak ku keluar.
Seperti biasa aku selalu duduk disampingmu dan sering kali aku melihat kearah mu, memperhatikan bagaimana cara mu berkendara. Selalu terlintas dibenakku, aku ingin bisa berkendara seperti mu :)

Kau mengajak ku pergi yang entah aku lupa kemana itu, kau bercerita yang aku pun tidak bisa ingat apa yang kau ceritakan. Yang ku ingat kau selalu tersenyum kepadaku.

Kau tidak menanyai kabarku, kau tidak menanyai kabar mama, kau tidak menanyai kabar kakak.

Saat itu aku bercerita kepadamu banyak hal, aku ingat sempat mengajakmu makan makanan kesukaan ku, kesukaan kita. Namun aku pun tak ingat apakah kita berangkat kesana atau tidak.

Apa yang ku ceritakan, apa yang ku tanyakan, apa yang ku keluhkan. Aku tidak ingat semua itu. Yang ku ingat kau hanya menjawabku dengan senyuman.

Senang sekali melihat mu segar, sehat, dan kau tampan sekali. Senyumu Subhanallah..... manis sekali. Begitu senang aku melihat mu. Tapi apakah engkau senang juga melihat ku :)

Aku tidak ingat apakah itu siang, aku tidak ingat apakah itu malam. Aku tidak ingat apakah cuaca cerah ataukah hujan.

Setelah beberapa lama kau mengajak ku keluar dan tiba-tiba kau menghentikan kendaraan mu dan menyuruhku turun. Dan setelah kulihat sekitar, aku sudah kembali ke rumah.

Aku masih belum puas bersama mu Papah, kenapa kau mengantarkan aku pulang ?
Aku tidak ingin pulang...
Lagi dan lagi engkau tersenyum kepadaku.

Mungkin itu sekilas ingatan kunjungan mu Papah, aku senang. Terima kasih Pah. Namun begitu menyesalnya aku yang tidak ingat sama sekali ucapan mu. Apakah tak lebih baik jika papah mengunjungi ku lagi ?


Anak mu yang selalu bermanja kepada mu ini masih rindu...